BAB II
PERCAYA DIRI
A. Pengertian dan Perilaku Percaya Diri
Percaya diri (self-confidence) adalah kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesiaian diri dengan lingkungan hidupnya. Orang yang percaya diri biasanya mempunyai inisiatif, kreatif, dan optimis terhadap masa depan, mampu menyadari kelemahan dan kelebihan diri sendiri, berpikir positif, menganggap semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Perilaku percaya diri dapat ditunjukan sebagai berikut :
1. Merasa, rileks, nyaman, dan aman
2. Yajin kepada diri sendiri
3. Tidak percaya bahwa orang lain selalu lebih baik
4. Melakukan sesuatu dengan sebaik mungkin
5. Menetapkan tujuan yang tidak terlalu tinggi sehingga anda akan meraihnya
6. Tidak melihat adanya jurang perbedaan yang lebar ketika membandingkan diri anda dengan orang lain
7. Tidak mengambil kompensasi atas rasa ketidakamanan dengan bertindak kurang wajar dan agresif
8. Memiliki keberanian untuk mencapai apa yang anda lakukan
B. Faktor Penyebab Kurang Percaya Diri
Rasa kurang percaya diri bisa disebabkan oleh perasaan malas, kurang sabar, sulit, susah atau rendah diri. Hal ini yang membuat individu ragu akan kemampuan dirinya.
Ada beberapa kelemahan yang menjadi sumber tidak percaya diri, diantaranya kelainan fisik atau cacat, ekonomi kurang, status sosial, kurang cantik bagi perempuan dan kurang tampan bagi laki-laki, status dalam pernikahan, sering mengalami kegagalan, kalah dalam persaingan, intelektual yang kurang, pendidikan yang rendah, perbedaan lingkungan dan lain-lain.
Gejala-gejala tidak percaya diri mula-mula muncul karena adanya ketakutan, keresahan, khawatir, rasa tak yakin yang diiringi dengan dada berdebar-debar kencang dan tubuh gemetar ini bersifat psikis atau lebih didorong masalah kejiwaan anak dalam merespon ransangan dari luar dirinya. Akibatnya seseorang menjadi tertekan dan kesulitan dalam memusatkan konsentrasi pikiran, melemahkan motivasi dan daya juang seseorang.
C. Faktor yang Dapat Membantu Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Para ahli berkeyakinan bahwa kepercayaan diri diperoleh melalui proses yang berlangsung sejak usia dini. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri sebagai berikut.
1. Aspek psikologi
2. Aspek teknis
BAB III
MENJADI PRIBADI MANDIRI
A. Arti Kemandirian
Kemandirian adalah kemampuan seseorang untuk mewujudkan suatu keinginan atau kehendak tanpa meminta bantuan orang lain. Kemandirian biasanya di tandai dengan kemampuan menentukan nasib sendiri, kreatif dan inisiatif, mengatur tingkahlaku, bertanggung jawab, dan mampu menahan diri. Adapun ciri-ciri dari kemandirian sebagao berikut.
1. Pengendalian diri
2. Progresif dan ulet
3. Kemantapan diri
4. Bebas
5. Inisiatif
B. Visi, Misi, dan Sasaran Kehidupan
1. Visi
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang kehidupan, tujuan-tujuan hidup, dan apa yang harus dilakukan mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi yang ideal harus memuat hal sebagai berikut.
a. Sederhana
b. Terukur
c. Terjangkau
d. Beralasan
e. Ambisius
f. Periode waktu
g. Bersifat Strategis
2. Misi
Misi adalah tindakan atau pengarahan langkah untuk merealisasikan visi. Misi merupakan bentuk tingkah laku nyata untuk mencapai visi atau cita-cita, agar cita-cita dapat tercapaimemang perlu ada tindakan nyata atau tingkah laku nyata yang harus dilalui.
3. Sasaran
Sasaran merupakan penjabaran dari misi kedalam bentuk target dan langkah-langkah yang operasional agar mudah dilaksanakan.
C. Mengenal Manajemen Waktu
Manajemen waktu adalah bagaimana cara kita dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dengan lebih cepat dan juga dengan lebih cerdas. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan manjemen waktu yang baik.
1. Tetapkan prioritas
2. Jangan terpaku pada masalah
3. Katakan tidak
4. Delegasikan pekerjaan
D. Pribadi Mandiri Cakap Mengambil Keputusan
Untuk setiap pilihan, besar atau kecil, tidak ada rumus yang mudah untuk mengambil keputusan yang benar. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah untuk menganalisisnya dari sebanyak mungkin sudut pandang kemudian memilih tindakan yang tampak masuk akal dan seimbang. Sebuah keputusan yang baik harus memiliki langkah-langkah sebagai berikut.
1. Mengumpulkan data yang memadai
2. Mengkaji sebab akibat dan prediksi masa depan
3. Menemukan alternatif pemecahan suatu masalah
4. Menganalisis kelebihan dan kekurangan setiap alternatif
5. Membuat keputusan dan melaksanakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar