BAB I
1. Wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Lokal
BAB I
KERAJINAN DENGAN INSPIRASI BUDAYA NON BENDA
A.
Karakteristik
Kewirausahaan, Perencanaan Usaha, Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan
Inspirasi Budaya Nonbenda
Wirausaha, menurut asal katanya, terdiri atas kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Pengertian wirausaha, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. Pelaku wirausaha, dikenal juga dengan sebutan wirausahawan atau entrepreneur. Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
1. Karakteristik Kewirausahaan
Dalam menjalankan wirausaha sesorang harus memiliki ciri khas yang menjadikan usahanya sukses. Bias diartikan karakteristik kewirausahaan merupakan sifat atau tingkah laku yang khas dari seoran wirausahawan. Berikut beberapa karakteristik dalam kewirausahaan:
a. Memiliki Kreatifitas yang Tinggi
b. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan
c. Berani Mengambil Resiko
d. Selalu mencari Peluang
e. Memiliki Jiwa Kepemimpinan
TUGAS1 https://forms.gle/fU6dGNsmRsf8JyEW7
2. Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Memulai usaha kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda di perlukan perencanaan terebih dahulu. Perencanaan tersebut mengacu pada budaya yang terdapat di Indonesia. Berikut merupakan inspirasi budaya Indonesia untuk usaha kerajinan nonbenda:
Budaya tradisional dapat di kelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak/objek budaya. Budaya nonbenda diantaranya pantun, cerita rakyat,, tarian, dan upacara adat.
Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha di kienal pula dengan sebutan 6M, antara lain: Man (manusia), Money (uang), Material (bahan), Machine (peralatan), Method (cara kerja), dan Market (pasar). Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku (Material), keterampilan produksi (Man & Machine) dan budaya lokal yang ada di daerah setempat. Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya akan menawarkan karya-karya kerajinan inovatif kepada pasaran. Pasar sasaran (Market) dari produk kerajinan ini adalah orang-orang yang menghargai dan mencintai kebudayaan tradisional. Kemampuan mengatur keuangan (Money) dalam kegiatan usaha akan menjamin keberlangsungan dan pengembangan usaha.
3. Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Perancangan Produksi
Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi budaya nonbenda akan menerjemahkan sesuatu yangabstrak( tak berwujud benda) menjadi benda (berwujud). Misalnya, inspirasi diambil dari sebuah cerita rakyat (tak berbenda) menjadi sebuah diorama mini yang menggambarkan salah satu adegan dalam cerita rakyat tersebut. Contoh lain adalah mengambil inspirasi dari kepercayaan simbolis (tak berbenda), burung enggang untuk dibuat menjadi ide untuk tekstil atau busana (benda). Tahapan penerjemahan meliputi: pemahaman terhadap makna simbol; mencari kata kunci yang dapat menjadi dasar dari pengembangan ide produk; mencari ide-ide fungsi dan bentuk kerajinan. Berikut ini merupakan beberapa tahap dalam perancangan produksi adalah sebagai berikut:
a) Pencarian Ide Produk
Kita telah mengenali berbagai kekayaan budaya non benda di daerah setempat, tokoh-tokoh cerita rakyat, filosofi dari pantun, simbolsimbol, cerita rakyat dan tarian tradisional. Pengetahuan dan apresiasi kita terhadap hal-hal tersebut dapat mendorong munculnya ide untuk pembuatan produk kerajinan. Ide bisa muncul secara tidak berurutan, dan tidak lengkap, tetapi dapat juga muncul secara utuh.
b) Membuat gambar/sketsa
c) Pilih Ide Terbaik
Setelah kamu menghasilkan banyak ide dan menggambarkannya dengan sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan dan memungkinkan untuk dibuat.
d)Prototyping atau Membuat Studi Model
Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adalah format dua dimensi. Artinya hanya digambarkan pada bidang datar. Kerajinan yang akan dibuat berbentuk tiga dimensi. Maka, studi bentuk selanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model. Studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya.
e) Perencanaan Produksi
Tahap selanjutnya adalah membuat perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut. Prosedur dan langkahlangkah kerja dituliskan secara jelas dan detail agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.
Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Kegiatan produksi diawali dengan persiapan produksi. Persiapan produksi dapat berupa pembuatan gambar teknik (gambar kerja) atau gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi patokan untuk kebutuhan pembelian dan persiapan bahan. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Tahapan produksi secara umum terbagi atas pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing.
Kemasan Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Kemasan dapat di artikan sebagai wadah atau pembungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya. Kemasan untuk kerajinan berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan serta memberikan kemudahan membawa dari tempat produksi hingga sampai ke konsumen. Kemasan juga berfungsi untuk menambah daya tarik dan sebagai identitas atau brand dari produk tersebut. Fungsi kemasan didukung oleh pemilihan material, bentuk, warna, teks dan grafis yang tepat. Material yang digunakan untuk membuat kemasan beragam bergantung pada produk yang akan dikemas. Produk yang mudah rusak harus menggunakan kemasan yang memiliki material berstruktur. Pemilihan material juga disesuaikan dengan identitas atau brand dari produk tersebut. Jenis bahan yang digunakan dalm kemasan karya kerajinan nonbenda, antara lain sebagai berikut.
1. Kemasan kertas
2. Kemasan kayu
3. Kemasan Plastik
B. Penghitungan Biaya Produksi, Pemasaran dan Evaluasi Hasil Kegiatan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Dalam sebuah wirausaha di bidang pembuatan kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda perlu adanya penghitungan biaya produksi, pemasaran dan evaluasi. Beberapa hal yang perlu di lakukan setelah praktek pembuatan kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda adalah sebagai berikut.
1. Penghitungan Biaya Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Penghitungan biaya kerajinan inspirasi budaya nonbenda, memerlukan kecermatan dan ketelitian. Unsur biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead. Biaya yang termasuk ke dalam overhead adalah biaya listrik, bahan bakar minyak, dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi. Biaya pembelian bahan bakar minyak, sabun pembersih untuk membersihkan bahan baku, benang, jarum, lem dan bahan-bahan lainnya dapat dimasukan ke dalam biaya overhead. Untuk lengkapnya mari kita mempelajari berbagai macam pengertian biaya yang di gunakan dalam penghitungan biaya produksi kerajinan, dengan inspirasi budaya nonbenda sebagai berikut.
a. Pengertian biaya produksi
Biaya produksi adalah biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk terjadinya produksi barang. Biaya produksi ini harus diakumulasikan secara cermat untuk di hitung dan dibandingkan dengan laba kotor perusahaan.
b. Biaya produksi dan biaya nonproduksi
Biaya produksi beda dengan biaya nonproduksi. Perbedaannya adalah nonproduksi merupakan biaya yang terkait erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran, distribusi, layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya.
c. Jenis-Jenis Biaya Produksi
1. Biaya bahan baku
2. Biaya tenaga kerja langsung
3. Biaya Overhead pabrik
2. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Pemasaran langsung adalah promosi dan penjualan yang dilakukan langsung kepada konsumen tanpa melalui toko. Penjualan langsung merupakan hasil dari promosi langsung yang dilakukan oleh penjual terhadap pembeli. Pemasaran dapat dilakukan dengan promosi dan demo penggunaan produk kepada calon konsumen. Sistem penjualan langsung dapat berupa penjualan satu tingkat (single-level marketing) atau multitingkat (multi-level marketing). Meski ada beberapa bentuk pemasaran, semuanya memiliki empat sifat atau karakteristik sebagai berikut.
a. Nonpublik
b. Disesuaikan
c. Terbaru
d. Interaktif
3. Evaluasi Hasil Kegiatan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Evaluasi hasil usaha atau bisnis merupakan tahap yang sangat penting di dalam atau bisnis untuk menyebarkan feedback atas pelaksanaanya berada pada jalur yang benar. Oleh karena itu, sistem dan proses evaluasi harus mampu menjelaskan atau mampu menggungkapkan dan memberi gambaran tentang keberhasilan tentang usaha atau bisnis yang sesuai dengan tujuannya.
TUGAS 4 👇👇👇
BAB 1
WIRAUSAHA KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN DATAR
A. Perencanaan Usaha dan Sistem Produksi Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangub Datar
1. Perencanaan Usaha Kerajinan Dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar
Kerajinan bangun datar berbahan limbah mempunyai jenis yang beragam.salah satunya bangun datarberbahan limbah kertas. Limbah kertas memiliki potensi ekonomi yang baik apabila di kelola secara efektif dan efesien.
a. Jenis-jenis Limbah
1) Jenis limbah berdasarkan asalnya:
a) Limbah organic
b) Limbah an organik
2) Jenis limbah berdasarkan sumbernya
a) Limbah domestic
b) Limbah industry
c) Limbah pertanian
d) Limbah pertambangan
3) Jenis limbah berdasarkan wujudnya
a) Limbah padat
b) Limbah cair
c) Limbah gas
b. Peluang usaha
Usaha kerajinan dari bangun datar sebaiknya kita harus memperhatikanberbagai macam peluang usaha serta ide yang harus di lakukan. Berikut penjabaran peluang usaha kerajinan.
1) Ide dan Peluang Usaha
Produk kerajinan pada dasarnya dibuat berdasarkan kebutuhan dan keinginan pasar sehingga pembuatannya dituntut memiiki kreatifitas yang tinggi. Dengan ide-ide yang khas, unik, serta memiliki karakteristik tersendiri secara tidak langsung akan memiliki nilai jual atau nilai ekonomis yang bagus.
2) Analisis peluan usaha
3) Sumber daya yang di butuhkan
4) Administrasi dan pemasaran
Beberapa cara memasarkan kerajinan dari limbah berbentuk bangun datar :
a) Menciptakan berbagai produk yang unik dan memiliki cirri khas
b) Mendaftarkan produk hasil kerajinan tangan ke lembaga
c) Melakukan promosi melalui media social, brosusr, kartu nama, atau dengan memasang iklan.
d) Memilih nama produk yang dan mempermudah branding produk
e) Mengikuti pameran kerajinan yang banyak dikunjungi konsumen
5) Komponen perencanaan usaha
a) Deskripsi
b) Pemasaran
c) Pesaing
d) Prosedur operasional
e) Desain dan pengembangan
f) anggaran
6) Langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha
a) Memilih jenis kerajinan bahan limbah
b) Perencanaan proses pembuatan
c) Pelaksanaan evaluasi produk
2. Perancangan dan produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar
Indonesia sebagai suatu Negara yang kaya akan sumber daya alam sangat membutuhkan orang/wirausahawan kreatif dan inovatif, serta mampu menagkap peluan usaha yang ada. Salah satunya usaha di bidang kerajinan bahan limbah berbentuk bangun datar apabila dikelola dengan baik dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
a. Jenis dan karakteristik bahan dan alat kerajinan
1) Kain perca
2) Kertas
b. Macam-macam kerajinan bahan limbah berbentuk bangun datar dari kertas
1) Kerajinan berbentuk lingkaran
2) Kerajinan berbentuk layang-layang
3) Kerajinan berbentuk persegi panjang
c. Teknik produksi kerajinan
1) Konstruksi
2) Merekat
3) Potong
4) sambung
d. Tahapan/perancangan proses produksi kerajinan
1) Pencarian ide produk
2) Membuat ga,mbar atau sketsa
3) Pemilihan ide terbaik
4) Membuat studi model
5) Perencanaan produksi
e. Jenis dan kegunaan bahan kemasan
Berdasarkan struktur isi, kemasan dikategorikan sebagai berikut:
1) Pengemasan premier
2) Pengemasan sekunder
F. Teknik penyajian dan pengemasanBentuk kemasan sangat membantu produsen dalam mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Hanya dalam beberapa detik saja sebuah kemasan dapat mengubah cara pikir sesorang untuk memiliki ketertarikan tinggi terhadap sebuah produk.
https://forms.gle/LmRpxaq69maYb6fi7
Bimbingan Konseling Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsu...